Oleh: ecos kcsc | 8 Maret 2012

Perkenalkan, Nama Saya Faroq ….

Bagi anggota klub sepeda KCSC, wajah yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Menjadi salah satu pengurus klub dan selalu hadir hampir di setiap kegiatan klub, adalah ciri khasnya selama ini.

Tercatat sebagai pegawai di Bappeda Kabupaten Kotawaringin Barat, penggowes yang satu ini tidak pernah lepas dari senyum. Selalu ramah, dan selalu tahu kapan ada kamera yang ready to shoot. Tidak pernah ketinggalan saat berfoto bersama, sehingga tidak mengherankan kalau koleksi fotonya paling banyak di semua album yang dimiliki anggota KCSC lainnya.

Tidak percaya?
Lihat saja profilnya di Facebook
Temukan juga kehadirannya di Bravo KCSC

Sebut saja namanya: Farouq. Alias Faruk. Atau lengkapnya Faroq Hidayat.
Umur tidak penting dan tidak perlu. Karena aktifitas tidak ada hubungannya dengan usia. Lagipula bersepeda dapat menyamarkan usia sebenarnya.

Tidak percaya?
Bergabunglah dengan KCSC dan rasakan buktinya!
 

Oleh: ecos kcsc | 7 Februari 2012

Saling Menjaga Sepanjang Lomba

Sesuai dengan namanya, funbike artinya bersepeda untuk bersenang-senang. Dalam bahasa setempat, funbike biasa diterjemahkan menjadi Sepeda Gembira atau Sepeda Santai. Itu sebabnya suasana kegiatan funbike selalu nampak ramai, santai, dan penuh kegembiraan. Tidak ada kebut-kebutan, tidak ada target waktu ataupun jarak, dan peserta dihibur dengan pentas organ tunggal serta pengundian doorprice.

Tidak bisa juga dihindari kesempatan untuk memanfaatkan acara funbike sebagai ajang rekreasi. Suasana lomba sangat kental atmosfir kekeluargaannya. Sebagian besar peserta funbike juga merupakan pasangan keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak. Mereka tampak akrab bersama-sama sepanjang lomba. Karena kegiatan bersepeda-nya tidak rutin, tidak usah heran kalau mereka ‘terangah-engah’ saat menjajaki rute lomba.


Di sinilah makna kekeluargaan itu terlihat. Sangat menyenangkan manakala melihat mereka saling menunggu untuk tetap bisa bersama-sama. Sangat membahagiakan manakala melihat mereka saling membantu selama perjalanan lomba. Ada yang membantu mendorong dari belakang – lewat belaian punggung, ada yang memberi semangat untuk tetap mengayuh, ada juga yang menumpang laju kendaraan lain untuk menghemat tenaga.

 

Foto-foto ini diambil dalam acara Funbike dalam rangka HUT ke-tiga klub KCSC.
Ada yang punya koleksi foto lainnya? Silahkan share di sini….

 

Oleh: ecos kcsc | 9 Januari 2012

Eksitensi KCSC di Tahun ke Tiga

Minggu pagi 08 Januari 2012 cuaca Pangkalan Bun tampak cerah. Ini tidak seperti biasanya yang dalam beberapa hari terakhir seringkali diliputi mendung. Suasana itu semakin lengkap dengan hadirnya ratusan pesepeda dengan kaus hijau cerah di halaman Ciptaland Shoping Center.

Ada apa gerangan?
Ah, rupanya KCSC (Kobar Cycling Sport Club) punya hajat lagi dengan mengadakan funbike dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke tiga. Seperti pada tahun sebelumnya – saat ulang tahun ke dua – tahun ini pun kegiatan berpusat di halaman parkir Ciptaland. Karena itu tidaklah mengejutkan ketika semakin siang jumlah pesepeda yan hadir semakin bertambah. Apalagi saat Bapak Bambang Purwanto selaku Wakil Bupati Kotawaringin Barat bergabung dalam kerumunan untuk ikut serta sekaligus mengibarkan bendera start.

Tepat pukul 06.30 bendera start diangkat dan sekitar 500-an peserta funbike bergerak perlahan dalam satu barisan panjang meninggalkan halaman Ciptaland. Selain diikuti peserta umum, tampak pula kelompok klub sepeda dari Kumai dan kelompok Crank Fixie Pangkalan Bun yang tampak menyolok dengan sepeda fixie warna-warni.

 
 


Jalur Diponegoro – Pakunegara – Udan Said – Antasari – Prakusumayudha – Hasanudin – Sampuraga – dan Imanudin menjadi saksi iring-iringan funbike kali ini. Tidak sampai satu jam kemudian peserta terdepan sudah kembali memasuki halaman parkir Ciptaland. Hidangan berupa tahu Sumedang, jagung rebus, dan rambutan menjadi sajian penganjal perut segenap peserta funbike. Itu masih ditambah lagi dengan santapan sehat ala herbal life yang disediakan gratis.

Acara selanjutnya?
Apalagi kalau bukan bagi-bagi doorprice? Maka, satu persatu kupon diundi, dan satu persatu nomor peserta diumumkan. Diantara bingkisan yang ada, terlihat dua sepeda, satu kulkas, satu tivi, dan satu notebook dari Cellcom yang menunggu dibagikan.


Hadiah sepeda MTB ternyata diraih oleh salah seorang peserta Crank Fixie Pangkalan Bun yang anggotanya sudah mencapai 40-an orang. Hadiah sepeda fixie justru diraih peserta umum. Bagaimana dengan notebook? Seorang peserta dari Batalyon Kompi Kipan B yang beruntung memperolehnya.

Kemeriahan acara diakhiri dengan joget dan foto bersama. Teriakan seluruh anggota KCSC semakin mengukuhkan eksistensi klub sepeda tersebut sebagai salah satu upaya membiasakan hidup sehat dengan bersepeda ria: “….Bravo KCSC!…”

 

Oleh: ecos kcsc | 4 Desember 2011

Parkir Sepeda

Sepeda menguasai tempat parkir.
Kira-kira mungkinkah jadi kenyataan di Indonesia?

 

Oleh: ecos kcsc | 4 Desember 2011

BikeAlholic

Apa ya kira-kira maksud orang ini?
Tergila-gila kerja, atau tergila-gila pada fungsi sepeda?

 

Oleh: ecos kcsc | 4 Desember 2011

In The Rain ….

Bersepeda di musim hujan?
Alangkah menyenangkannya bila bisa kita lakukan bersama teman-teman. Ini menunjukkan satu lagi bukti bahwa sepeda memang sarana transportasi multifungsi. Selain untuk mengurangi polusi, juga bisa untuk membina kebersamaan.

Tapi ini foto di vietnam lho. Bukan di Indonesia….

 

Oleh: ecos kcsc | 6 Agustus 2011

Arut-Kolam Jilid Dua


Pada 03 Januari 2010 kami pernah gagal menaklukkan jalur Arut-Kolam. Gagalnya dulu karena malamnya turun hujan sehingga jalan menjadi becek. Kemarin (19 Juni 2011) tidak hujan malah memasuki musim kemarau sehingga sisa-sisa pembakaran lahan mengawal di awal perjalanan. Sejak memasuki jembatan Sungai Arut sampai melewati Mendawai Seberang, asap tipis menyelimuti jalur. Untungnya kemudian perlahan-lahan menghilang.

Perjalanan trans kolam sepanjang sekitar 48 km itu terasa komplit. Jalan aspal sampai batas Kampung Mendawai Seberang, dilanjutkan jalan tanah berkerikil, jalan tanah tanpa kerikil, dan akhirnya lintasan jalan setapak mengikuti rintisan tanah hitam dengan akar tanaman mencuat di sana-sini.

Jembatan besi Kotawaringin Lama menandai berakhirnya perjalanan itu. Sekitar pukul sebelas siang semua sudah berdiri tegak di atasnya. Rumah-rumah penduduk di kejauhan membuat segala penat dan capek mendadak sirna. Rombongan sempat beristitrahat di Mesjid Kyai Gede yang merupakan situs sejarah di Kerajaan Kotawaringin Lama – cikal bakal Kotawaringin Barat yang sekarang. Setelah berfoto ria di depan Istana Alnursari yang berdiri sejak tahun 1615, kami masih menyempatkan diri menengok kompleks makam Kyai Gede yang berada tidak jauh dari sana.

Bagaimana dengan perjalan kembali ke Pangkalan Bun?
Sebagian ada yang kembali menggowes menjajal kemampuan betis, sebagian lagi ada yang memanfaatkan sarana transportasi yang tersedia. Bedanya, kalau dulu menggunakan kelotok, sekarang menggunakan speedboat….

 

Oleh: ecos kcsc | 10 Juli 2011

KCSC Dalam Berita

Eh, tahu enggak, aktifitas KCSC sudah beberapa kali diliput media lho. Tentu saja media lokal macam BorneoNews yang beroperasi di Pangkalan Bun.
Ini ada beberapa contohnya. Kali aja nanti nambah lagi….

 

Oleh: ecos kcsc | 2 Juni 2011

Jalur Sepeda? Mungkinkah?

Kabar akan dipopulerkannya jalur khusus untuk para pesepeda merupakan kabar gembira. Di beberapa kota besar hal ini sudah dicoba meski hanya sebatas rambu lalulintas yang intinya memberi kesempatan pesepeda menggunakan jalur yang disediakan.

Tapi meyediakan jalur khusus untuk sepeda yang betul-betul hanya untuk pengendara sepeda?

Tampaknya masih sebatas impian, terutama untuk kota sekelas Jakarta.
Jalur busway saja diserobot. Apalagi hanya sekedar jalur sepeda….

 

Oleh: ecos kcsc | 2 Mei 2011

Sexy Biker

Hmmm, kalau saja acara bersepeda diikuti biker-biker sexy seperti mereka ini, alangkah menyenangkannya….


 

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.